Tag Archives: lee jinki

JUST FOR YOU NOW [2]

  • CAST:

–      LEE JINKI

–      KIM HYEJIN

–      Mrs. LEE

–      Mrs. KIM

–      Mr. JUNG

  • GENRE: ROMANCE (15+)
  • AUTHOR: missHI

Hai hai ^^ ketemu lagi? Pasti kangen yah sama aku :p *dicincang,buang ke sungai*. Aku tau kok banyak yang udah ngunjungin blog ini, tapi yang namanya SILENT READER, emang ga bisa dihindarin ^^. Tapi ya udahlah, walaupun dia ga komen itu tandanya tulisan maupun semua isi dari blog ini masih di hargai, buktinya masih ada yang ngunjungin trus komen *biar dikit yang penting hepi(?)* BUT PLEASE, SEBISANYA DIKOMEN YAH. KALO GAK, BLOGNYA GA BAKAL KITA URUS! L.

Langsung baca yaa~

JINKI POV

   Kulihat seorang ahjussi –berumur sekitar 47 tahun- datang menghampiri kami. Hah! Menganggu saja! Tidak bisa apa, melihat sepasang kekasih berbahagia?. Ah wait~ kenapa dia mengenal yeojachingu-ku? Siapa dia? YA! Berani beraninya dia menyentuh wajah Hyejin!?

            “Ah, Ahjussi. Bisakah kau sedikit sopan terhadap seorang wanita? Kau tidak boleh menggodanya.” Kataku sopan.

            “Ya, anak muda! Kau siapa? Berani nya menegur orang tua sepertiku? Apa tidak pernah diajarkan sopan santun?!”

            “Jweosonghamnida, tapi bukan begitu maksudku. Kim Hyejin adalah pacarku sekarang, anda tidak seharusnya mendekati kekasih orang lain.”

            “Ternyata bocah ingusan ini yang kau sukai Hyejin?”

Akupun menoleh pada yeoja-ku, berdiri kaku di sampingku. Kulihat Hyejin hanya diam saja, wajahnya sedikit pucat. Wajah dan tangannya yang ku genggam berkeringat dingin. Apa orang ini yang namanya Mr. Jung? Oh tidak! Aku harus memberinya pelajaran!! Tanpa pikir panjang, aku langsung melayangkan tinjuku.

Tampaknya ahjussi ini tidak menyangka apa yang akan ku lakukan. Buktinya 1 tinjuku tepat mengenai pelipisnya. Aku yang sudah tak sabar, kembali melayangkan tinjuku yang ke 2. Yes! STRIKE!! *lo kira pertandingan bang ==a* kali ini mengenai pipinya. Tidak berdarah sama sekali, hanya bekas yang memerah, mungkin akan menjadi biru. *atau ungu? Pink? Hijau? Coklat? Silahkan reader pilih sendiri? ^^v*.

“Ya, Jagiya!! Cukup hentikan!! Semua orang disini melihat kita! Jangan mencari masalah di tengah keramaian!!.” Kata Hyejin setengah berteriak, sambil terisak karena menangis. Dia juga kelihatannya panik.

Kuhentikan kegiatanku(?) setelah Mr. Jung terlihat terbaring di jalan taman tak berdaya, dengan nafas sedikit terengah, aku berbalik menghadap Hyejin. Air mata masih mengalir cukup deras dari wajahnya. Dengan kedua tanganku ini, kurengkuh wajahnya sambil menghapus air matanya dengan jari jari panjangku. “Ssshhtt, Jagi~ tenanglah. Sudah jangan menangis lagi. Aku tidak apa apa kok, hanya ingin sedikit memberi pelajaran pada ahjussi jelek ini karena telah menghancurkan hidupmu, dan juga ummamu. Kau aman sekarang bersamaku….”

Kupeluk dirinya erat, dia membalas pelukanku. Tangannya menyentuh punggungku. Rasanya hangat, dan bahagia. Entah karena aku berhasil membuat Mr. Jung babak belur atau karena berhasil menjadikan Hyejin pacarku?

Orang orang di sekeliling kami, hanya melihat. Beberapa terlihat berbisik. Sepertinya iri. Hahahaha~ apakah kami terlihat mesra dan cocok? Hmm semoga saja iya. Beberapa juga seperti hendak mengucapkan ‘selamat’ kepadaku karena berhasil menyelamatkan Hyejin.

Tapi tiba-tiba seorang wanita berkata “Oppa, awaaaas!!!! Di belakang mu………” Belum sempat aku menoleh, tiba tiba ku rasakan sakit yang cukup dalam di pinggang kiriku. Pandanganku pun perlahan mendadak buram. Tubuhku lemas, aku tak kuat berdiri sehingga jatuh terkulai di jalanan taman. Aku jatuh terduduk. Samar samar kudengar Hyejin berteriak dan menangis kencang, “YAA….JAGI~~ BERTAHANLAH! KAU PASTI SELAMAT!! KAU HARUS KUAT….”

Samar samar kudengar juga lelaki tua itu tertawa renyah sambil berkata, “Akhirnya~ Kau kira, aku adalah lelaki tolol yang tidak bisa melawan anak muda? Cih KAU SALAH BESAR?!?! Kau tahu, aku tidak akan pernah mau mengalah dengan siapapun dalam hal apapun. Baik, Hyejin kulepas, dia tak akan ku ganggu. Dan keadaanmu yang sekarang ini adalah gantinya. Khukhukhukhukhu~~ semoga kau cepat mati nak.”

Aku tak tahan lagi…… Dan kurasakan mataku tertutup perlahan…..

HYEJIN POV

            “Jinki-ah banguuuunnn!! Jinki…. Jinki banguuuun, jangan tinggalkan aku disini sendiri, hiks hiks.” Ku goncang goncangkan badan namjachingu-ku ini. Tak bisa kutahan lagi, tangisan ini semakin deras, sederas keluarnya darah segar dari tubuhnya. Seseorang telah menelpon ambulans tadi tapi sampai sekarang belum tiba. Aku takut seandainya nyawa lelaki ini melayang, disaat kami pertama kali bersatu menjadi sepasang kekasih, justru musibah ini datang. Ya Tuhan, tolonglah aku. Selamatkan nyawa Lee Jinki, orang yang kucintai. Aku rela, walaupun nyawanya ditukar dengan nyawaku sendiri, karena dia memang tidak bersalah. Ini bukan masalahnya!

            Bunyi sirine terdengar semakin nyaring, berarti ambulans sudah dekat. Beberapa petugas ambulan membopong Jinki kedalam ambulans.

            “Nona, kau mau ikut kami atau pergi ke rumah sakit sendiri?”

            “Ne, aku ikut! Aku harus menemaninya..”

            “Baik,cepat masuk. Kita harus sampai ke rumah sakit sesegera mungkin” kata petugas kepadaku sambil mendorongku masuk ke mobil ambulans. Sedetik, aku terpikir untuk menghubungi Mrs. Lee dan umma ku, namun ku urungkan niatku. Nanti sajalah! Yang terpenting adalah LEE JINKI HARUS SELAMAT!.

            10 menit kemudian kami sampai di rumah sakit ternama di Seoul. Aku dan para petugas bergegas turun lalu memawa Jinki ke ruang UGD. Oh Tuhan… apa yang harus kulakukan?

            Sekarang aku sedang duduk di bangku tunggu di luar ruang UGD. Ingin sekali aku menemaninya melewati saat-saat kritis seperti ini. Sebutir… Dua butir…. Ah aku sudah tak bisa menhitung berapa tetes air mana yang telah kukeluarkan. Astaga. Aku belum memberi tahu Mrs. Lee tentang keadaan Jinki. Kukeluarkan handphone dari saku jaket, dan kucari nama ‘Umma Lee’ dalam daftar kontak. Aku tetap memanggilnya Ahjuma walaupun Jinki menyuruhku memanggilnya Umma.

            Biiiippp……….

            Biiiiippp……….

            “Hyejin? Ada apa?”

            “Ah… Ahjumma… Maaf mengganggu.”

            “Ne, waeyo? Ya! Kenapa kau terdengar sesegukan? Apakah Jinki menyakitimu?!”

            “Aniyo, Ahjumma. Begini… aku sekarang sedang berada di Seoul International Hospital *eh namanya author ngarang lo, gatau ada beneran apa gak ._.v*. Bisakah anda sekarang juga kemari?”

            “Aigooo~ kau sakit? Baik tunggu aku ya sebentar saja!.” Belum sempat aku menjawab pertanyaan ahjumma, teleponku sudah diputus. Ya sudahlah. Aku memutuskan untuk membeli jus kalengan di mesin penjual minuman. Setidaknya minuman ini bisa sedikit melegakan perasaanku dan membuatku berhenti menangis.

            Terdengar derap kaki seseorang mendekatiku, aku pun menoleh, “Dokter Shin? Mianhamnida, aku tadi pergi sebentar untuk membeli ini.”

            “Gwaenchanayo, Nona Kim bisa ikut aku ke ruanganku sebentar? Ada sesuatu yang harus saya sampaikan pada anda, penting. Mengenai Tuan Jinki”

            “Mwo? Baik baik, aku ikut anda sekarang.” Baik aku maupun dokter Shin sama sama berjalan cepat, aku tidak sabar dengan hasil pemeriksaan Jinki. Ku keluarkan handphone lalu aku mengetik pesan pada ahjumma Lee agar menungguku di bangku tunggu ruang UGD di lantai 4 rumah sakit.

            “Silahkan masuk, Nona.” Kata dokter Shin setelah membuka pintu ruangannya. Aku duduk di salah satu kursi didepan meja kerjanya. Dokter Shin juga duduk, lalu berkata, “Sejauh pengamatan kami, tidak ada luka serius. Luka tusukan juga tidak terlalu dalam. Hanya sekitar 5cm. Tapi kita tetap tidak boleh lengah karena keadaaannya masih belum stabil.”

            Dalam hati aku cukup bersyukur, artinya nyawa Jinki tertolong. Tapi kapan dia akan sadar? Aish.. Ku akui, aku merindukannya…. Walaupun hanya sebentar berpisah. “Lalu.. kapan kira kira Jinki bisa sadar, dokter?”

            “Ehm… mollayo. Kuharap secepatnya dia sadar. Semakin cepat semakin baik, artinya dia tidak mengalami efek samping dari tusukan ini.”

            “Kalau begitu, saya permisi dokter. Saya sudah ditunggu oleh seseorang diluar sana.”

            “Ah ne ne, sampai bertemu lagi, Nona Hyejin”

            Aku pun keluar dari ruangan dokter Shin. Aku berjalan menuju kursi tunggu di dekat ruangan Jinki, mungkin Ahjumma sudah menungguku disana. Entah kenapa malam ini rasanya tubuhku ringan sekali. Aku bahkan tidak tahu sedang menginjakkan kaki di lantai rumah sakit atau melayang? Rasanya tenagaku terkuras habis karena kejadian yang….. cukup tragis ini.

            “Hyejin? Hyejin sayangku? Kau dari mana?” kata seseorang yang sangat ku kenal. Umma nya Jinki.

            “Ahjumma? Sudah lama disini?” cepat cepat kuhapus sisa air mataku yang mulai mongering ini.

            “Ani~ barusan ahjumma sampai disini. Ya ya ya!! Cepat ceritakan? Ada apa? Apa yang sedang terjadi disini Hyejin?!”

            “Ahjumma tenang… sebenarnya yang terjadi adalah….”

            “Sebenarnya apa? Ma… mana Jinki??” kata ahjumma sambil memegangi pundaku sedikit gemetaran. Sepertinya beliau sudah bisa menebaknya. Apa yang sedang terjadi disini.

            “Jinki-ah…. Sekaang tidak sadarkan diri. Dia tadi…. Dicelakai oleh seseorang. Pinggang kirinya ditusuk oleh pisau, ahjumma….” Kataku hati hati dan pelan. Takut membuat beliau semakin kaget. Namun sepertinya…. Hasilnya tidak seperti bayanganku. Beliau membelalakkkan matanya tidak percaya dan –tentu saja- menangis, lalu pingsan di hadapanku.

== continue ==

HYA~~ PASTI JELEK YAA? MIAN ENDINGNYA RADA GEJE/ALURNYA KECEPETAN. AUTHOR LAGI KEMAS2 MAU PINDAH BANTUIN MAMI JADI YAA TERPAKSA NGEBUT ^^V. TUNGGU LAST CHAPTERNYA, AND KEEP COMMENT 😀

Iklan

JUST FOR YOU NOW [1]

CAST:

–   LEE JINKI

–   KIM HYEJIN

–   Mrs. LEE (jinki’s mom)

–   Mrs. KIM (hyejin’s mom)

–   Mr. JUNG

GENRE:

–         ROMANCE (15+)

AUTHOR:

–    miss H.I

Annyeong all ^^ author HI imnida~ *bow 180 degrees(?)*. Jujur aku gak terlalu sering buat FF dan gak begitu pengalaman. Baru 2x lah nulis ._. #jedeerrrr. Ok langsung baca ya~ sebisanya komen buat perbaikan cerita selanjutnya gomawo. Maaf juga kalo ada yang salah ketik -_-v

HYEJIN POV

          Aku benci yang namanya perjodohan!! Apapun bentuknya, walaupun hanya pertunangan. Seperti tidak ada namja lain saja. Huh! Umma kira, setelah kita bertetangga 19 tahun lamanya, bisa seenaknya saja menjodohkanku dengan Jinki yang sok laku mentang-mentang kaya, disukai para wanita karena senyumannya dan tampan?! Cih~

            Ah perkenalkan, namaku Kim Hyejin, umurku 24 tahun. Aku hanya seorang gadis biasa, umma ku hanya penjahit sedangkan aku bekerja di cafe Mrs. Lee tetanggaku. Dan Lee Jinki anaknya, akan ditunangkan denganku. Alasannya klasik, seperti dongeng-dongeng. Umma ku, tidak bisa melunasi hutang appa terdahulu, sebelum beliau meninggal. Mr. Jung harus kuakui adalah tipe rentenir lintah darat, dia akan memberi bunga yang tinggi kepada mereka yang tidak bisa segera melunasi hutangnya. Karena barang-barang kami tidak bisa menutupi hutang, Mrs. Lee membayarkan hutang kami tanpa meminta imbalan. Umma ku sangat berterima kasih padanya, dan sebagai tanda terima kasihnya, aku dikorbankan untuk menjadi tunangan Jinki. Haish hidup ini sungguh tidak adil pada rakyat kecil. Dan kau tahu? Jinki serta umma nya setuju saja, bahkan Mrs. Lee berkata dia senang mempunyai calon menantu sepertiku.

”Ya, Hyejin-ah!! Kau ini sedang membersihkan meja atau mengelap tanganku??” terdengar suara yang mengagetkanku. Astaga, apa yang kulakukan?! Karena melamun aku tidak sadar Jinki telah duduk di hadapanku, aku pun tak sadar telah membersihkan tangannya – bukannya meja cafe – dengan lap basah.

”Aa.. aah mianhamnida, mian Jinki-ah. Aku akan bekerja lebih serius” ucapku sambil membungkuk tanda minta maaf.

”Sudahlah lupakan, ayo ganti baju ikuta aku”

”Mwo? Mm.. mau kemana kita? Ini kan masih jam kerja!”

”Ish, kau lupa akulah manajer disini? Terserah padaku mau menyuruhmu apa. Lagi pula aku akan mengajakmu mengambil gaun pertunangan kita. Waktunya sudah semakin dekat, tentu kau tidak lupa kan? Aku tunggu 20 menit, berdandanlah sedikit bila perlu!” ujar Jinki sambil mendorongku ke ruang ganti baju pegawai wanita.

Tanpa ba bi bu, aku langsung berkemas mengganti baju, menambah sedikit bedak, eyeshadow dan maskara. Tak lupa menyemprotkan parfum favoritku. Hmm sudah anggunkah aku sekarang? Memakai kemeja soft pink dan rok hitam selutut serta flatshoes dan tas tangan soft pink juga.

Tak lama, aku pun keluar dari ruangan ganti, Jinki sudah tidak ada. Kemana dia?.

”Hyejin, tadi Jinki berpesan padaku, kau disuruh langsung ke mobilnya. Hey kau rapi sekali? Mau berkencan kah dengan tuan-manajer-terhormat yang kau benci? Hahaha”

”Hey Jina, jangan sembarangan bergosip dengan pegawai lain! Mereka akan tahu sendiri kok nanti, lagipula ini hanya pertunangan ’tanda terima kasih’” kataku menjelaskan pada rekan kerjaku, Goo Jina.

”Yah yah terserah~ kita lihat saja nanti apa kau jatuh cinta padanya atau tidak. Hati hati dijalan yaaa.”

Aku berjalan setengah tergesa, pasti Jinki akan marah marah karena aku lama sekali. Aku pun membuka gagang pintu mobil, dan masuk. Namun dia diam saja. Syukurlah dia tidak mengatai atau mengomeliku macam macam.

”Sudah?” tanya Jinki.

”Ne, ayo kita jalan”

Dia pun mulai melajukan mobil, tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua. Hanya terdengar lantunan musik klasik. Sungguh membosankan, membuatku ngantuk.

Ku kira perjalanan kali ini akan lama, ternyata hanya 15 menit. Hah! Kenapa harus berdandan? Huuh .

”Ayo kita turun” ajak Jinki sembari melepaskan seatbelt nya lalu menatapku.

”Jinki-ah? Kenapa kau menatapku seperti itu? Mengerutkan kening seakan akan aku hantu?” kataku. Sadar diperhatikan olehnya.

Entah apa yang ada dipikirannya, tiba tiba dia menarik tanganku, sehingga wajahku tepat di depan wajahnya. Lalu dia mencium bibirku lembut. Omoo firstkiss ku!! Apa apaan dia, beraninya berbuat cabul di mobil.

Ciuman kami hanya bertahan 4 detik sebelum akhirnya kudorong dia.

”Ya! Kau mau apakan aku? Kau kira aku wanita murahan hah?!?”

”Tidak, hanya saja ada bekas lipstick yang berlebih. Disini tidak ada tisu. Jika kau memakai tanganmu, itu akan mengotori kemeja lengan panjangmu. Sudah cepat turun.” perintah Jinki. Nada bicaranya dingin namun tetap menyiratkan perhatian.

Aku sendiri kaget atas apa yang terjadi barusan. Apa maksudnya? Apakah dia serius menyukaiku? Sehingga menyetujui semua permainan gila ini? Pertanyaan ini sedikit mengganggu pikiranku. Aku berjalan di belakang Jinki, dia mendahuluiku memasuki toko pakaian khusus seperti acara resmi. Hanya menyediakan gaun, tuxedo dan semacamnya.

”Ini, coba pakai. Ini sepasang dengan tuxedo ini” kata Jinki sambil menunjuk se setel jas, kemeja,dasi, dan celana panjangnya, ”aku ingin lihat apakah sudah pas apa belum.”

Aku hanya mengangguk lalu mengiku seorang pramuniaga. Dia juga yang membantuku memakai gaun ini. Sepertinya gaun mahal. Berwarna biru turqouise, dengan bawahannya mengembang. Gaun tanpa lengan, ada renda nya juga. Aih~~ lucu sekali membayangkan diriku tampak seperti Cinderella atau Elle atau Aurora walaupun hanya sehari. Tidak ada tiaranya, hanya semacam korsase putih.

”Nona, kau sudah siap? Mr. Jinki sudah selesai, dia ingin melihat anda. Sepertinya anda berdua serasi, Mr. Jinki terlihat tampan” jelas salah seorang pramuniaga lainnya sambil tersenyum.

Akupun melangkah keluar, tirai di pintu sudah disibakkan.

”Kk.. kau.. Hyejin? Kim Hyejin? Omo omo~~ kau pakai magic apa? Jujur kau… manis sekali” ucap Jinki tanpa sadar. Matanya terbelalak, mukanya memerah menahan malu atas ucapannya tadi.

Kuakui aku senang mendengarnya memujiku, aku juga takjub melihat dia. Gyaaa~ cute plus tampan (?) ingin sekali mencubit pipinya yang terlihat semerah strawberry itu.

Kami telah keluar dari toko baju, entah mengapa kekakuan yang tadi ada saat kami datang telah mencair. Sekarang kami tertawa tawa sambil berbagi lelucon. Ternyata…. dia tidak sekaku yang kubayangkan dahulu, sepertinya cukup asik diajak berbicara.

”Hyejin, aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Tidak masalah bukan pulang sedikit telat?.”

”Hmm ne~ gwaenchanayo. Memangnya kita mau kemana Jinki?.”

Tanpa menjawab pertanyaanku, dia hanya tersenyum, aish sejak kapan aku menyukai senyumnya yang ini?? Terlihat maniiiiss sekali~~ tipe kesukaanku.

YA YA!! Hyejin babobabobabobabo!! Kau diracuni kah olehnya?? Masa tiba tiba jadi menyukainya! Lupakan lupakan!

”Kita sudah sampai, ayo!!” ajak Jinki bersemangat. Aku pun turun.

Kami berada di suatu tempat, seperti taman kota yang penuh dengan bunga bermekaran. Jinki mengajakku duduk di bangku taman dekat kolam, dibawah pohon yang teduh. Entah pohon apa. Aku hanya berharap tidak ada durian jatuh menimpa kepalaku ketika duduk dibawahnya atau ada ulat ulat menerkam kami (??).

”Jeongmal mianhae, atas apa yang tadi aku lakukan, ak.. aku refleks saja melakukannya.”

”Maksudmu apa Jinki? Apa.. kissing yang tadi?.”

”Ehh.. eng.. yah begitulah~ kau tidak marah kan?.”

”Tidak, hanya kaget, hahaha. Sejujurnya itu yang pertama bagiku”

”Jinjja? Kalau begitu kita sama. Ini juga yang pertama bagiku, Hyejin…”

Setelah itu, kami kembali berdiam diri. Bingung harus berbicara apa, kulihat tangan Jinki mengepal, seperti akan mengatakan sesuatu namun tidak berani. Tiba tiba, dia duduk menghadap kearahku, aku pun menoleh kearahnya. Posisi duduk kamu menyamping di bangku taman yang panjang.

”Jadilah milikku, hanya milikku seorang jagi. Izinkan aku menjadi namja chingu mu, maka aku kan menjagamu setulus hatiku selama aku masih bisa disisimu.” kata Jinki mendadak.

MWOYA? SERIUSKAH NAMJA INI? ATAU DIA MABUK??

”Aku serius Hyejin..” lanjut Jinki, ”makanya aku menerima pertunangan ini. Aku tidak akan memainkan perasaanmu, aku janji. Lalu, apa jawabanmu?

”Jinki….. aku… benar benar tak percaya. Ini semua….. berlangsung tiba tiba. Pertama kau menciumku, kedua… menyatakan perasaanmu? Ah… bagaimana ini?” tanyaku kaget, sedikit panik. Jinki hanya diam memandangku dengan tatapan memelas minta makan *ehh salah~ /dilemparbakiak* dia menatapku seakan akan minta jawaban untuk pertanyaan nya yang tiba tiba itu.

Rasanya otak bibir dan hatiku terpecah kubu. Hatiku ingin berkata tidak, namun apa daya? Otakku menyuruh bibirku berkata ’ya’ padanya.

”Ya, baiklah. Aku mau menjadi pacarmu dan aku… percaya ucapanmu.”

”Kau.. serius?” tatapnya.

”Aku serius? Terus bagaimana?”

Jinki langsing mendekapku dalam pelukannya. Hangat rasanya ditengah udara dingin ini. Debaran hati kami terdengar lebih cepat, bisa kurasakan terpancar senyuman di wajahnya. Dia pun melepaskan pelukannya, lalu mencium keningku.

Bibir lembutnya kembali menyentuh salah satu anggota tubuhku hari ini.

”Gomawo jagi. Aku tidak akan membiarkan namja lain memilikimu maupun menyakitimu.”

”Ne ne, araseo. Gomawo juga, telah memilihku sebagai yeoja chingumu” jawabku sambil tersenyum.

”Kalau begitu, kita pulang ya? Sebentar lagi langit semakin gelap, aku tidak enak mengajakmu pergi sampai malam.”

”Ayo” kataku.

Tiba tiba tamu tak diundang datang menghampiri kami, ahjussi ahjussi jelek, pendek, berperut buncit dan berkumis tebal mendatangi kami. Dia hanya sendiri tanpa algojo setianya.

”Ya ya ya! Apa yang sedang kulihat ini? Pemandangan seperti apa ini HAH?! Calon istriku di rebut oleh bocah ingusan seperti ini? Huh sungguh tak selevel, manis~” kata Mr. Jung sambil membelai pipiku mencoba merayu.

——– CONTINUED ——–

GIMANA? JELEK YAH? INI EDISI REVISI ._. YANG PERTAMA DULU LEBIH KACAU, HAHAHA ==a. KOMEN YO! GAK KOMEN BIASMU TAK DOAIN CEPET KAWIN AMA YEOJA LAIN 😛