JUST FOR YOU NOW [2]

  • CAST:

–      LEE JINKI

–      KIM HYEJIN

–      Mrs. LEE

–      Mrs. KIM

–      Mr. JUNG

  • GENRE: ROMANCE (15+)
  • AUTHOR: missHI

Hai hai ^^ ketemu lagi? Pasti kangen yah sama aku :p *dicincang,buang ke sungai*. Aku tau kok banyak yang udah ngunjungin blog ini, tapi yang namanya SILENT READER, emang ga bisa dihindarin ^^. Tapi ya udahlah, walaupun dia ga komen itu tandanya tulisan maupun semua isi dari blog ini masih di hargai, buktinya masih ada yang ngunjungin trus komen *biar dikit yang penting hepi(?)* BUT PLEASE, SEBISANYA DIKOMEN YAH. KALO GAK, BLOGNYA GA BAKAL KITA URUS! L.

Langsung baca yaa~

JINKI POV

   Kulihat seorang ahjussi –berumur sekitar 47 tahun- datang menghampiri kami. Hah! Menganggu saja! Tidak bisa apa, melihat sepasang kekasih berbahagia?. Ah wait~ kenapa dia mengenal yeojachingu-ku? Siapa dia? YA! Berani beraninya dia menyentuh wajah Hyejin!?

            “Ah, Ahjussi. Bisakah kau sedikit sopan terhadap seorang wanita? Kau tidak boleh menggodanya.” Kataku sopan.

            “Ya, anak muda! Kau siapa? Berani nya menegur orang tua sepertiku? Apa tidak pernah diajarkan sopan santun?!”

            “Jweosonghamnida, tapi bukan begitu maksudku. Kim Hyejin adalah pacarku sekarang, anda tidak seharusnya mendekati kekasih orang lain.”

            “Ternyata bocah ingusan ini yang kau sukai Hyejin?”

Akupun menoleh pada yeoja-ku, berdiri kaku di sampingku. Kulihat Hyejin hanya diam saja, wajahnya sedikit pucat. Wajah dan tangannya yang ku genggam berkeringat dingin. Apa orang ini yang namanya Mr. Jung? Oh tidak! Aku harus memberinya pelajaran!! Tanpa pikir panjang, aku langsung melayangkan tinjuku.

Tampaknya ahjussi ini tidak menyangka apa yang akan ku lakukan. Buktinya 1 tinjuku tepat mengenai pelipisnya. Aku yang sudah tak sabar, kembali melayangkan tinjuku yang ke 2. Yes! STRIKE!! *lo kira pertandingan bang ==a* kali ini mengenai pipinya. Tidak berdarah sama sekali, hanya bekas yang memerah, mungkin akan menjadi biru. *atau ungu? Pink? Hijau? Coklat? Silahkan reader pilih sendiri? ^^v*.

“Ya, Jagiya!! Cukup hentikan!! Semua orang disini melihat kita! Jangan mencari masalah di tengah keramaian!!.” Kata Hyejin setengah berteriak, sambil terisak karena menangis. Dia juga kelihatannya panik.

Kuhentikan kegiatanku(?) setelah Mr. Jung terlihat terbaring di jalan taman tak berdaya, dengan nafas sedikit terengah, aku berbalik menghadap Hyejin. Air mata masih mengalir cukup deras dari wajahnya. Dengan kedua tanganku ini, kurengkuh wajahnya sambil menghapus air matanya dengan jari jari panjangku. “Ssshhtt, Jagi~ tenanglah. Sudah jangan menangis lagi. Aku tidak apa apa kok, hanya ingin sedikit memberi pelajaran pada ahjussi jelek ini karena telah menghancurkan hidupmu, dan juga ummamu. Kau aman sekarang bersamaku….”

Kupeluk dirinya erat, dia membalas pelukanku. Tangannya menyentuh punggungku. Rasanya hangat, dan bahagia. Entah karena aku berhasil membuat Mr. Jung babak belur atau karena berhasil menjadikan Hyejin pacarku?

Orang orang di sekeliling kami, hanya melihat. Beberapa terlihat berbisik. Sepertinya iri. Hahahaha~ apakah kami terlihat mesra dan cocok? Hmm semoga saja iya. Beberapa juga seperti hendak mengucapkan ‘selamat’ kepadaku karena berhasil menyelamatkan Hyejin.

Tapi tiba-tiba seorang wanita berkata “Oppa, awaaaas!!!! Di belakang mu………” Belum sempat aku menoleh, tiba tiba ku rasakan sakit yang cukup dalam di pinggang kiriku. Pandanganku pun perlahan mendadak buram. Tubuhku lemas, aku tak kuat berdiri sehingga jatuh terkulai di jalanan taman. Aku jatuh terduduk. Samar samar kudengar Hyejin berteriak dan menangis kencang, “YAA….JAGI~~ BERTAHANLAH! KAU PASTI SELAMAT!! KAU HARUS KUAT….”

Samar samar kudengar juga lelaki tua itu tertawa renyah sambil berkata, “Akhirnya~ Kau kira, aku adalah lelaki tolol yang tidak bisa melawan anak muda? Cih KAU SALAH BESAR?!?! Kau tahu, aku tidak akan pernah mau mengalah dengan siapapun dalam hal apapun. Baik, Hyejin kulepas, dia tak akan ku ganggu. Dan keadaanmu yang sekarang ini adalah gantinya. Khukhukhukhukhu~~ semoga kau cepat mati nak.”

Aku tak tahan lagi…… Dan kurasakan mataku tertutup perlahan…..

HYEJIN POV

            “Jinki-ah banguuuunnn!! Jinki…. Jinki banguuuun, jangan tinggalkan aku disini sendiri, hiks hiks.” Ku goncang goncangkan badan namjachingu-ku ini. Tak bisa kutahan lagi, tangisan ini semakin deras, sederas keluarnya darah segar dari tubuhnya. Seseorang telah menelpon ambulans tadi tapi sampai sekarang belum tiba. Aku takut seandainya nyawa lelaki ini melayang, disaat kami pertama kali bersatu menjadi sepasang kekasih, justru musibah ini datang. Ya Tuhan, tolonglah aku. Selamatkan nyawa Lee Jinki, orang yang kucintai. Aku rela, walaupun nyawanya ditukar dengan nyawaku sendiri, karena dia memang tidak bersalah. Ini bukan masalahnya!

            Bunyi sirine terdengar semakin nyaring, berarti ambulans sudah dekat. Beberapa petugas ambulan membopong Jinki kedalam ambulans.

            “Nona, kau mau ikut kami atau pergi ke rumah sakit sendiri?”

            “Ne, aku ikut! Aku harus menemaninya..”

            “Baik,cepat masuk. Kita harus sampai ke rumah sakit sesegera mungkin” kata petugas kepadaku sambil mendorongku masuk ke mobil ambulans. Sedetik, aku terpikir untuk menghubungi Mrs. Lee dan umma ku, namun ku urungkan niatku. Nanti sajalah! Yang terpenting adalah LEE JINKI HARUS SELAMAT!.

            10 menit kemudian kami sampai di rumah sakit ternama di Seoul. Aku dan para petugas bergegas turun lalu memawa Jinki ke ruang UGD. Oh Tuhan… apa yang harus kulakukan?

            Sekarang aku sedang duduk di bangku tunggu di luar ruang UGD. Ingin sekali aku menemaninya melewati saat-saat kritis seperti ini. Sebutir… Dua butir…. Ah aku sudah tak bisa menhitung berapa tetes air mana yang telah kukeluarkan. Astaga. Aku belum memberi tahu Mrs. Lee tentang keadaan Jinki. Kukeluarkan handphone dari saku jaket, dan kucari nama ‘Umma Lee’ dalam daftar kontak. Aku tetap memanggilnya Ahjuma walaupun Jinki menyuruhku memanggilnya Umma.

            Biiiippp……….

            Biiiiippp……….

            “Hyejin? Ada apa?”

            “Ah… Ahjumma… Maaf mengganggu.”

            “Ne, waeyo? Ya! Kenapa kau terdengar sesegukan? Apakah Jinki menyakitimu?!”

            “Aniyo, Ahjumma. Begini… aku sekarang sedang berada di Seoul International Hospital *eh namanya author ngarang lo, gatau ada beneran apa gak ._.v*. Bisakah anda sekarang juga kemari?”

            “Aigooo~ kau sakit? Baik tunggu aku ya sebentar saja!.” Belum sempat aku menjawab pertanyaan ahjumma, teleponku sudah diputus. Ya sudahlah. Aku memutuskan untuk membeli jus kalengan di mesin penjual minuman. Setidaknya minuman ini bisa sedikit melegakan perasaanku dan membuatku berhenti menangis.

            Terdengar derap kaki seseorang mendekatiku, aku pun menoleh, “Dokter Shin? Mianhamnida, aku tadi pergi sebentar untuk membeli ini.”

            “Gwaenchanayo, Nona Kim bisa ikut aku ke ruanganku sebentar? Ada sesuatu yang harus saya sampaikan pada anda, penting. Mengenai Tuan Jinki”

            “Mwo? Baik baik, aku ikut anda sekarang.” Baik aku maupun dokter Shin sama sama berjalan cepat, aku tidak sabar dengan hasil pemeriksaan Jinki. Ku keluarkan handphone lalu aku mengetik pesan pada ahjumma Lee agar menungguku di bangku tunggu ruang UGD di lantai 4 rumah sakit.

            “Silahkan masuk, Nona.” Kata dokter Shin setelah membuka pintu ruangannya. Aku duduk di salah satu kursi didepan meja kerjanya. Dokter Shin juga duduk, lalu berkata, “Sejauh pengamatan kami, tidak ada luka serius. Luka tusukan juga tidak terlalu dalam. Hanya sekitar 5cm. Tapi kita tetap tidak boleh lengah karena keadaaannya masih belum stabil.”

            Dalam hati aku cukup bersyukur, artinya nyawa Jinki tertolong. Tapi kapan dia akan sadar? Aish.. Ku akui, aku merindukannya…. Walaupun hanya sebentar berpisah. “Lalu.. kapan kira kira Jinki bisa sadar, dokter?”

            “Ehm… mollayo. Kuharap secepatnya dia sadar. Semakin cepat semakin baik, artinya dia tidak mengalami efek samping dari tusukan ini.”

            “Kalau begitu, saya permisi dokter. Saya sudah ditunggu oleh seseorang diluar sana.”

            “Ah ne ne, sampai bertemu lagi, Nona Hyejin”

            Aku pun keluar dari ruangan dokter Shin. Aku berjalan menuju kursi tunggu di dekat ruangan Jinki, mungkin Ahjumma sudah menungguku disana. Entah kenapa malam ini rasanya tubuhku ringan sekali. Aku bahkan tidak tahu sedang menginjakkan kaki di lantai rumah sakit atau melayang? Rasanya tenagaku terkuras habis karena kejadian yang….. cukup tragis ini.

            “Hyejin? Hyejin sayangku? Kau dari mana?” kata seseorang yang sangat ku kenal. Umma nya Jinki.

            “Ahjumma? Sudah lama disini?” cepat cepat kuhapus sisa air mataku yang mulai mongering ini.

            “Ani~ barusan ahjumma sampai disini. Ya ya ya!! Cepat ceritakan? Ada apa? Apa yang sedang terjadi disini Hyejin?!”

            “Ahjumma tenang… sebenarnya yang terjadi adalah….”

            “Sebenarnya apa? Ma… mana Jinki??” kata ahjumma sambil memegangi pundaku sedikit gemetaran. Sepertinya beliau sudah bisa menebaknya. Apa yang sedang terjadi disini.

            “Jinki-ah…. Sekaang tidak sadarkan diri. Dia tadi…. Dicelakai oleh seseorang. Pinggang kirinya ditusuk oleh pisau, ahjumma….” Kataku hati hati dan pelan. Takut membuat beliau semakin kaget. Namun sepertinya…. Hasilnya tidak seperti bayanganku. Beliau membelalakkkan matanya tidak percaya dan –tentu saja- menangis, lalu pingsan di hadapanku.

== continue ==

HYA~~ PASTI JELEK YAA? MIAN ENDINGNYA RADA GEJE/ALURNYA KECEPETAN. AUTHOR LAGI KEMAS2 MAU PINDAH BANTUIN MAMI JADI YAA TERPAKSA NGEBUT ^^V. TUNGGU LAST CHAPTERNYA, AND KEEP COMMENT 😀

Iklan

About CHEER UP!

a blog who give you fanfictions,photos,facts and games :D Lihat semua pos milik CHEER UP!

3 responses to “JUST FOR YOU NOW [2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: